JOANNE, DESAINER MUDA BERPRESTASI

Joanne Andreas, apakah nama tersebut familiar? Jika iya, kemungkinan besar anda telah melihat hasil karyanya yang luar biasa yang biasa dipublish di Jawa Pos, websites, dll. Duduk dibangku SMP, ia adalah salah satu siswa berprestasi di MS High. Diumur 15 tahun, ia sudah bersaing dengan desainer besar lainnya. Bahkan, ia mendapatkan gelar juara satu di lomba Beauty Fest, dikategori teenager.

Baru – baru ini, ia menjadi bagian dari pertunjukan model pakaian yang diselenggarakan di Lenmarc. Acara tersebut dikenal dengan nama DISTRICT 27, dan telah digelar dua kali. Beserta desainer lainnya, termasuk Ibu Joanne sendiri, desainer handal yang akrab dipanggil Afen, Joanne menampilkan baju hasil desainnya di DISTRICT 27.

Sebetulnya, sejak kapan sih Joanne terjun kedunia fashion?

Ternyata, sejak dibangku kelas 3 SD, ia sudah tertarik masuk ke bidang fashion. Desainer muda tersebut terinspirasi untuk mendesain ketika melihat ibunya bekerja. “Dulu, saya hanya iseng mencoba ketika melihat mama bekerja, eh lama – lama jadi hobi.” jawab Joanne.

Selain fashion, Joanne juga menyukai make up, styling, dan apapun yang berhubungan dengan beauty, sehingga ketika ditanya cita – citanya, ia ingin mendirikan Beauty Center. Uniknya lagi, ia berkata bahwa ia ingin menjadi desainer sepatu di masa depan. “Menurut saya, sepatu lebih menarik dan simple daripada baju dan celana. Oleh karena itu, saya tertarik untuk menjadi Shoe Designer.”, jelasnya.

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari Joanne ya friends!
Seperti motto Joanne, “Never stop getting inspired and inspiring others!”

Advertisements

Karakter, Identitas Siswa

Sebagai murid, tentu sekolah adalah rutinitas kami. Uniknya, di MS High, kami tidak hanya diajarkan pelajaran yang biasa ditemui siswa, melainkan, karakter kami dibentuk sedemikian rupa untuk menyiapkan kami di masa depan.

Bahkan, tema tahun ajaran MS High yang lalu adalah RESPECT. Respect, atau menghormati, adalah salah satu faktor yang penting dalam hal membentuk karakter. Tentu, menjalankan sikap ini tidak mudah. Namun, semua membutuhkan proses. Selain murid, guru juga ikut mendukung tema ini dengan memberikan contoh sikap respect.

Sikap yang ditekuni ini menjadi suatu kebiasaan, yang pada akhirnya membantu memudahkan siswa untuk memiliki karakter yang hormat. Tidak hanya itu, karakter-karakter yang diajarkan sekolah selain respect ikut membantu pembelajaran siswa. Contohnya, karakter disiplin yang diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Disiplin dalam waktu mengajarkan anak untuk bisa membagi waktu dalam aktivitasnya dengan baik.

Kami mendapatkan pelajaran khusus tentang karakter di sekolah kami. Character lesson diberikan kepada murid setidaknya 1 minggu sekali. Tiap 4 kali pertemuan diberikan topic karakter yang baru dan bervarietas. Murid-murid jadi bisa mengetahui beragam karakter yang mereka bisa terapkan dalam hidup mereka. Tiap topic karakter diberikan tugas atau proyek untuk dilakukan serta dipraktekkan kepada sekitarnya. Sehingga murid bisa menvisualisasi dan lebih mengerti dalam pelajaran. Tugas dan proyek yang diberikan tidak membosankan karena selalu beragam. Guru kami pernah memberikan proyek my dream yang berisikan rencana-rencana dan impian untuk masa depan. Proyek ini bertujuan untuk mengajari murid agar bisa mempunyai tujuan di masa depannya. Mempunyai tujuan dalam hidup mereka membantu untuk memotivasi diri ke sekolah dan belajar.

Kami bersemangat untuk membangun karakter masing-masing agar menjadi pribadi yang lebih baik. Sekolah sangat mendukung dan memberikan dasar yang kuat kepada murid tentang karakter. Tujuan sekolah dalam mencerdaskan bangsa mungkin merupakan tujuan utama. Tetapi, membangun karakter murid juga tidak kalah penting demi masa depan bangsa.

Buang Sampah, Mengubah Bumi

Kami mungkin kecil, namun kami percaya kami dapat mengubah bumi. Seperti yang kita semua tahu, semakin tahun bumi kita memburuk keadaannya. Lingkungannya menjadi tidak higienis, penuh kuman, banyak sampah berserakan. Karena itu, MS High telah merancang program ramah lingkungan yang mudah untuk murid ikut berpartisipasi, namun sangat berdampak bagi lingkungan.

Program ini telah dijalani siswa, guru, dan anggota sekolah lainnya sejak 22 April 2016, hari yang memiliki julukan Earth Day. Salah satu aktivitas didalam program ini adalah mendaur ulang botol plastik bekas. Sekolah telah menyediakan tempat sampah khusus untuk botol plastik beka. “Sampah botol plastik ini mempunyai tempat khusus dari sampah lain. Kami memberikan tempat terpisah untuk membuang segel, tutup botol, dan botol yang bertujuan untuk memudahkan proses daur ulang” jelas guru dibalik program ini. Setelah banyak sampah yang dikumpulkan, sampah akan dijual ke tempat daur ulang terdekat. Siswapun dengan mudah berpartisipasi dalam program ini karena mereka sering membeli minuman dalam kemasan botol plastik. “Banyak murid suka beli air minum dan teh dalam kemasan botol plastik, sehingga banyak sampah yang bisa kita kumpulkan dalam sehari” cerita seorang murid.

Selain program botol plastik, sekolah juga mengadakan program Go Green untuk sampah kertas. Sampah kertas juga diberi tempat sampah khusus. Tempat sampah khusus selalu disediakan di tiap lorong sekolah, sehingga memudahkan murid untuk membuang sampah botol plastik maupun kertas. Murid-murid juga diajarkan cara untuk membantu daur ulang sebelum dibuang ke tempat sampah.

Salah satunya, murid-murid diajarkan untuk merobek kertas menjadi bagian kecil sebelum dibuang. Melepas plastik segel dan tutup botol, lalu dibuang secara terpisah dengan botolnya. “Kami melarang murid-murid untuk membuang botol plastik dan kertas seutuhnya. Mereka harus memprosesnya dulu sebelum dibuang. Selain itu, terdapat aturan dalam membuang sampah-sampah ini” kata kepala sekolah.

Siswa hanya diperbolehkan membuang botol plastik sekali pakai. Selain itu, kertas licin dan mengkilap dilarang dibuang ke tempat sampah khusus tersebut. “Bayangkan berapa banyak kertas yang kita buang dan pakai setiap harinya. Kertas yang sudah tidak dipakai perlu didaur ulang agar kita tidak menebang pohon terus menerus” kata seorang siswa yang ikut semangat berpatisipasi dalam program ini.

Disamping semua itu, siswa juga diajarkan nilai kedisiplinan dalam kebersihan. Sebelum ada program ini, seringkali banyak sampah-sampah botol plastic berceceran di lapangan sekolah. Hal itu terjadi karena tempat sampah diisi penuh sampai tidak cukup. Dengan adanya program ini, lapangan sekolah menjadi jauh lebih bersih dan rapi karena kami membedakan tempat sampah khusus plastik dan kertas.

“Saya setuju dan mendukung program ini, program ini mengajarkan bahwa kita dapat membantu merawat bumi dengan hal-hal kecil yang kita bisa lakukan,” tutur Excell, salah satu anggota OSIS SMP Mawar Sharon. Sampai saat ini program telah berjalan selama lebih dari 2 bulan dan menunjukkan perkembangan yang membaik. Program ramah lingkungan dan Go Green ini memberi pandangan positif kepada murid-murid karena dengan keikutsertaan mereka, mereka telah mengurangi pemanasan global. “Kita jadi belajar untuk menghargai hal kecil. Sampah yang kita kira tidak penting, menjadi penting jika kita dapat mengolahnya dengan benar,” ucap Gaby, murid kelas 9A. Karakter murid-murid ikut dilatih dalam rasa bertanggung jawab. Bertanggung jawab dengan sampah yang mereka buang. Mereka harus bisa membuang sampah pada tempatnya dan bisa mengkelompokkan sampah mereka sendiri. Tidak hanya itu, murid-murid juga belajar untuk lebih peduli dan menghormati lingkungan di sekitar mereka.